Aku menyelesaikan pendidikan :
SD Negeri 25 Purus Tengah,
SMP Negeri 7 Padang,
SMA Ekasakti Padang
Pengalaman Organisasiku :
a.Tahun 2005 Ketua Remaja Islam Masjid Nurul Anhar
b.Tahun 2006 Koordinator agama di Osis SMA Ekasakti
c.Tahun 2007 Seksi Kerohanian di Pemuda Purus Baru IP3B, Bidang syiar di DPP Assalam SB
d.Tahun 2008 Bidang Kaderisasi di Forstudi, Komting Angkatan 2007 mahasiswa Jurusan Sosek FPUA
Peristiwa yang sangat berkesan bagiku
Dimulai pada tahun 2003, abak ku merupakan seorang tukang ambil sampah di kelurahan ujung gurun. Pada tahun 1998, merupakan zaman krisis di indonesia, banyak terjadi demo dimana-mana. ketika orang sibuk dengan demo, abak melihat ada sebidang tanah dipinggir bandar bekali yang tidakl terurus/ terbengkalai. lalu abak mengambil inisiatif untuk memanfaatkannya. tanah tersebut ditanami sayur-sayuran, cabe, batang pisang, kelapa dll. Pada tahun 2002, abak berinisiatif untuk membuat warung di tanah tersebut. Maka berdirilah warung nasi disana, sambil juga bercocok tanam.
Pada tanggal 13 Agustus 2003, terjadi kebakaran pada jam 19.30 Wib ketika abak sedang sholat isya. Kebakaran tersebut meludeskan warung beserta isinya ditaksir kerugiannya sebesar 10 jutaan. Pada tanggal 23 Agustus ada sekelompok warga dibawah pimpinan beberapa orang ( juslaini, syaf karibo, dll), menghancurkan seluruh tanaman yang tersisa dan kami sekeluarga dilarang untuk tidak berjualan disana. Maka ketika itu dibuat suatu keputusan tidak ada satupun yang menempati tempat tersebut oleh pihak kepolisian. Setelah peristiwa tersebut abak jatuh sakit beliau dirawat dirumah sakit Dr. M. jamil Padang, diagnosa dokter abak terkena penyakit kuning. Selama satu bulan abak dirawat disana. Ketika itu pas bulan ramadhan, seminggu menjelang lebaran abak minta pulang ke rumah katanya sudah mendingan. Seminggu setelah lebaran abak kembali sakit dan kembali masuk ke rumah sakit, tetapi abak tidak mau di rawat di rumah sakit jati. Maka abak dirawat di RS. Aisyiyah Padang, cuma seminggu disana. Karena tidak ada biaya maka dengan terpaksa abak kembali dirawat di RS. M. DJamil Padang. Cuma seminggu disana, tepat pada tanggal 2 februari jam 12.00 abak di panggil kehadapan illahi. Ketika itu pas bertepatan dengan hari raya Idul Adha, semua daging korban yang di dapat pas I'dul Adha dimasak oleh bu karneti yang berada dibelakang rumah.
Akupun berpikir kenapa peristiwa padaku selalu bertubi-tubi datang pada keluarga ku. Menurut rumor, abak di kerjai oleh dukun yang di suruh oleh beberapa orang. Tapi, aku tidak percaya dengan hal tersebut, mungkin semua ini adalah ujian yang diberikajn oleh Allah. Setelah abak meninggal aku melanjutkan pekerjaan abak sebagai petugas sampah di kel. Ujung gurun.
Pada saat aku kelas 1 SMA aku tinggal di masjid sebagai garin ( yang bersih-bersih Masjid). Cuma 2 tahun aku jadi garin.
Bersambung.............................
Pada tanggal 13 Agustus 2003, terjadi kebakaran pada jam 19.30 Wib ketika abak sedang sholat isya. Kebakaran tersebut meludeskan warung beserta isinya ditaksir kerugiannya sebesar 10 jutaan. Pada tanggal 23 Agustus ada sekelompok warga dibawah pimpinan beberapa orang ( juslaini, syaf karibo, dll), menghancurkan seluruh tanaman yang tersisa dan kami sekeluarga dilarang untuk tidak berjualan disana. Maka ketika itu dibuat suatu keputusan tidak ada satupun yang menempati tempat tersebut oleh pihak kepolisian. Setelah peristiwa tersebut abak jatuh sakit beliau dirawat dirumah sakit Dr. M. jamil Padang, diagnosa dokter abak terkena penyakit kuning. Selama satu bulan abak dirawat disana. Ketika itu pas bulan ramadhan, seminggu menjelang lebaran abak minta pulang ke rumah katanya sudah mendingan. Seminggu setelah lebaran abak kembali sakit dan kembali masuk ke rumah sakit, tetapi abak tidak mau di rawat di rumah sakit jati. Maka abak dirawat di RS. Aisyiyah Padang, cuma seminggu disana. Karena tidak ada biaya maka dengan terpaksa abak kembali dirawat di RS. M. DJamil Padang. Cuma seminggu disana, tepat pada tanggal 2 februari jam 12.00 abak di panggil kehadapan illahi. Ketika itu pas bertepatan dengan hari raya Idul Adha, semua daging korban yang di dapat pas I'dul Adha dimasak oleh bu karneti yang berada dibelakang rumah.
Akupun berpikir kenapa peristiwa padaku selalu bertubi-tubi datang pada keluarga ku. Menurut rumor, abak di kerjai oleh dukun yang di suruh oleh beberapa orang. Tapi, aku tidak percaya dengan hal tersebut, mungkin semua ini adalah ujian yang diberikajn oleh Allah. Setelah abak meninggal aku melanjutkan pekerjaan abak sebagai petugas sampah di kel. Ujung gurun.
Pada saat aku kelas 1 SMA aku tinggal di masjid sebagai garin ( yang bersih-bersih Masjid). Cuma 2 tahun aku jadi garin.
Bersambung.............................
mana sambungannya....!!!!
BalasHapus